Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Uji Racik Pilkada Bahas Kepemimpinan Tahun 2020


    Karawang, Berita12

    Sebanyak 3 Partai Politik di Kabupaten Karawang yaitu PDIP Perjuangan, Gerindra dan PKS membahas soal Bakal Calon Bupati Karawang dalam sebuah diskusi publik yang digagas KNPI  hari Sabtu malam Minggu pukul 20.WIB (2/11/2019).

    Diskusi publik tersebut dihadiri para mahasiswa,sejumlah organisasi masyarakat (ormas) kepemudaan dan para aktivis politik.

    Ketua PDIP Perjuangan Kabupaten Karawang Taufik Ismail dalam diskusi publik tersebut menyebutkan pihaknya dalam mensikapi pilkada Karawang yang bakal digelar tahun 2020 mendatang, khususnya dalam penjaringan bakal calon Bupati (Balonbup ) tetap berfokus pada realitas politik yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Karawang.

    Hal tersebut lanjut kang Pipik,panggilan akrabnya,semuanya sebelumnya dilakukan analisa politik dan kalkulasi politik yang matang, termasuk elektabilitas dan popularitas dalam menentukan figur calon bupati. "Perspektif politik dan survey terhadap figur calon bupati sudah dikaji kendatipun rekomendasi nantinya ditentukan oleh pihak DPP PDIP Perjuangan,"tutur Kang Pipik.

    Diakui Kang Pipik, pihaknya dalam upaya koalisi politik dalam pengusungan calon bupati bisa sejalan dengan petahana atau pun bersebrangan,tergantung dari lobi lobi dengan partai politik lain. "Bisa saja nantinya kita yang berdiskusi disini PDIP Perjuangan, PKS dan Gerindra berkoalisi dalam pengusungan calon bupati. Politik itu dinamis. Bisa saja terjadi komfromi politik (caer) atau sebaliknya,"papar Kang Pipik.

    Beda halnya dengan pandangan yang dilakukan pihak PKS. Menurut Ketua DPD PKS Kabupaten Karawang Dedi Sudrajat mengemukakan,pihak berbicara soal pilkada bukan hanya untuk kepentingan Kabupaten Karawang saja, namun semua kabupaten yang menggelar pilkada di Jawa Barat. Sebab hal tersebut berdasarkan panduan kebijakan DPP PKS.

    Namun kata Dedi Sudrajat, kendatipun saat ini pihaknya menggadang gadang salah satu bakal calon Bupati tapi diakuinya pihak PKS belum sama sekali melakukan kontrak politik dengan siapa pun. "Saya menggadang gadang seseorang dalam propaganda politik melalui baliho tidak pernah menyebutkan calon bupati karena pengusungan calon bupati harus mengacu pada Undang Undang Pilkada yaitu paket bupati dan wakil bupati harus ditanda tangani koalisi partai politik"ujar Dedi Sudrajat.

    Ia menghendaki kadernya yang diusung menjadi calon bupati."Kami tengah berjuang agar PKS memiliki calon bupati,"tambah Dedi Sudrajat.

    Lain halnya dengan sikap politik yang dilakukan Partai Gerindra. Menurut Ketua Ketua DPC Partai Gerindra yang diwakili Andre mengungkapkan pihaknya sebagai peraih suara terbanyak di Kabupaten Karawang sebesar 180 ribu suara saat pemilu 2019,menurutnya hal ini merupakan kepercayaan yang besar dari masyarakat Karawang terhadap Partai Gerindra. Jadi pihaknya berhati hati dalam mengusung calon bupati.

    Menyoal persepsi politik dan survey dalam mensikapi pilkada Karawang, pihaknya belajar dari Pilgub Jabar lalu yaitu pihaknya pernah melawan survey untuk menentukan pengusungan calon gubernur. Politik itu dinamis,tidak menutup kemungkinan hal ini berlaku di pilkada Karawang.

    Sementara Panitia diskusi publik dan menjabat Ketua KNPI Kabupaten Karawang Lukman N.Iraz menambahkan diskusi publik uji racik pilkada ini sangat baik untuk dikupas sebagai pembelajaran politik dalam menjelang hajat demokrasi pilkada Karawang. (Bob/Man)



    Post Top Ad


    ad728

    Post Bottom Ad


    ad728