Header Ads

ad728
  • Breaking News

    TMMD Menurut Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Endang Sumardi S,Sos



    KARAWANG - Berita12.id


    Sebagaimana diketahui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang pada awalnya dikenal dengan ABRI Masuk Desa (AMD) merupakan program kerjasama lintas sektoral antara TNI, Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) dan Pemerintah Daerah, serta Komponen Bangsa lainnya. Kegiatan dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan dalam upaya membantu meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah-daerah tertinggal, terisolasi, pinggiran dan terbelakang. Hal itu sesuai Amanat Presiden Soeharto pada Hari Ulang Tahun ABRI XXXIII tanggal 5 Oktober 1978, yang secara garis besar mengajak segenap Anggota ABRI meresapi dan menghayati kembali Kemanunggalan ABRI dengan Rakyat.  
    Kemanunggalan tersebut pernah terwujud dalam sejarah pembentukan bangsa Indonesia, untuk itu Presiden Soeharto mengharapkan kemanunggalan ABRI dengan Rakyat harus semakin diperkuat demi suksesnya tugas sejarah yang diletakkan di pundak ABRI.   Tindak lanjut dari ajakan Presiden kedua RI tersebut untuk konkretisasi kemanunggalan ABRI dengan Rakyat, Menteri Hankam/Pangab pada saat itu menetapkan Strategi ABRI Masuk Desa sebagai bagian integral dari strategi dasar Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia dan Pembangunan Manusia Indonesia seutuhnya. Program tersebut yang pada awalnya untuk mencapai kemanunggalan ABRI dengan Rakyat, ternyata berimbas positif dalam percepatan pelaksanaan program pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah.  
    Seiring adanya Reformasi ABRI, dengan dipisahkannya Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan TNI melalui upacara pemisahan pada tanggal 1 April 1999, ABRI Masuk Desa berubah nama menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Perubahan sebutan dari ABRI Masuk Desa menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), ternyata tidak merubah tujuan awal dari dicetuskannya pelaksanaan AMD untuk pertama kalinya, selain untuk lebih mempererat kemanunggalan TNI dengan Rakyat, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan dan memantapkan kesadaran bermasyarakat, berbangsa, bernegara, bela negara dan disiplin nasional. 
    Program TMMD tersebut ternyata berhasil mencapai sasaran yang diprogramkan, baik sasaran fisik maupun sasaran lainnya, keberhasilan tersebut bahkan mengilhami lahirnya program-program manunggal diantaranya TNI Manunggal Pertanian, TNI Manunggal Aksara, TNI Manunggal KB-Kes dan TNI Manunggal Sosial Sejahtera. Sejalan dengan bertambahnya usia TNI yang ke 73 pada 5 Oktober 2018, sudah saatnya program TMMD disesuaikan dengan tantangan atau masalah bangsa Indonesia di era milenial. 
    tantangan itu yang bisa dijawab melalui serangkaian non fisik,  program TMMD juga diselaraskan dengan kebijakan nasional ‘Nawacita’ yang ingin mewujudkan pembangunan Indonesia. Program TMMD menegaskan salah satu peran nyata TNI dalam mendukung pembangunan tersebut. 
    upaya yang dilakukan, niscaya harapan KSAD selain mewujudkan kemanunggalan TNI dan Rakyat, TMMD yang dilaksanakan sekali dalam setahun ini juga merupakan wahana untuk menggelorakan kembali semangat gotong royong, rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan serta Ketahanan Nasional guna menjaga keutuhan NKRI kepada masyarakat dan khususnya generasi milenial bisa tercapai hingga masa depan.

    Post Top Ad


    ad728

    Post Bottom Ad


    ad728